Slider

Automatic Slideshow

Galeri Foto Kegiatan:

1 / 4
Pasanggiri Jaipongan Bogor Terbuka 2024 Se-Jawa Barat
2 / 4
Pasanggiri Jaipongan Bogor Terbuka 2024 Se-Jawa Barat
3 / 4
Pasanggiri Jaipongan Bogor Terbuka 2024 Se-Jawa Barat
4 / 4
Pasanggiri Jaipongan Bogor Terbuka 2024 Se-Jawa Barat

Rabu, 24 Desember 2025

Selamat dan Sukses Kepada Sanggar GSA Borong Medali, Sah Menjadi Juara Umum Galuh Pakuan Cup Seri-IX 2025!

 




Sanggar GSA Borong Medali, Sah Menjadi Juara Umum Galuh Pakuan Cup Seri-IX 2025!

Dunia seni tari tradisional Jawa Barat kembali bergetar. Sanggar Galak Sinongnong Art (GSA) sukses mengukir sejarah manis pada gelaran bergengsi Festival Tari Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri-IX Tahun 2025.

Tidak tanggung-tanggung, Sanggar GSA di bawah Asuhan Yayan Shofian (Yans Abuy) berhasil dinobatkan sebagai Juara Umum berdasarkan kategori total keseluruhan. Gelar prestisius ini diraih setelah GSA sukses memboyong medali paling banyak serta akumulasi skor tertinggi dibandingkan peserta lainnya.

Dominasi GSA di Berbagai Kategori

Keberhasilan ini bukanlah tanpa alasan. Para penari GSA tampil memukau dengan teknik yang matang dan ekspresi yang memikat para juri. Berikut adalah rincian prestasi yang berhasil dibawa pulang:

  • Juara 1 Kategori Kelompok Kadet: Penampilan kompak dan energik dari tim kadet berhasil mengamankan podium tertinggi.

  • Juara 1 Kategori Duo Senior: Harmonisasi dan teknik tingkat tinggi yang memukau juri.

  • Juara 2 Kategori Tunggal Senior: Menunjukkan kematangan teknik dan penjiwaan yang luar biasa di level senior.

  • Juara Harapan 2 Kategori Tunggal Senior: Bukti kedalaman bakat yang dimiliki sanggar di kategori bergengsi ini.

  • Juara Kategori Khusus Dance Challenge: Membuktikan bahwa penari GSA tidak hanya mahir dalam pakem tradisional, tapi juga kreatif dalam tantangan modern

Mengapa Kemenangan Ini Begitu Spesial?

Festival Galuh Pakuan Cup dikenal sebagai salah satu barometer kompetisi tari Jaipong kreasi di Jawa Barat. Menjadi juara umum di Seri-IX tahun 2025 ini menunjukkan bahwa Sanggar Galak Sinongnong Art konsisten dalam menjaga kualitas pembinaan atlet seninya.

Dengan perolehan skor terbanyak, GSA membuktikan bahwa setiap detail—mulai dari koreografi, tata busana, hingga musik pengiring—dipersiapkan dengan sangat serius.

"Kemenangan ini adalah buah dari latihan keras, disiplin, dan cinta yang besar terhadap budaya Sunda. Kami bangga bisa membawa pulang gelar Juara Umum ke markas GSA!"

Apresiasi untuk Seluruh Tim

Prestasi ini tentu tidak lepas dari tangan dingin para pelatih, dukungan penuh orang tua siswa, serta semangat pantang menyerah dari para penari. Keberhasilan memborong medali ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus melestarikan seni tari Jaipong.



Selamat kepada Sanggar Galak Sinongnong Art! Sampai jumpa di panggung prestasi berikutnya!

Selasa, 04 November 2025

Sanggar Tari Pringgondani Depok Sabet 4 Piala di Lomba Tari Tradisional Depok Literacy Fest 2025


Sanggar Tari Pringgondani Depok Sabet 4 Piala di Lomba Tari Tradisional Depok Literacy Fest 2025

Depok, November 2025 — Kabar membanggakan datang dari dunia seni dan budaya Kota Depok. Dalam ajang Lomba Tari Tradisional yang menjadi bagian dari rangkaian Depok Literacy Fest 2025, Sanggar Tari Pringgondani berhasil menyabet Empat piala sekaligus melalui para penari binaannya. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian seni tradisi masih hidup dan berkembang pesat di tengah arus modernisasi.

Ajang Literasi yang Merangkul Budaya

Depok Literacy Fest 2025 bukan sekadar perayaan literasi baca-tulis, tetapi juga wadah besar untuk memperluas makna literasi itu sendiri — termasuk literasi budaya. Acara tahunan yang digelar Pemerintah Kota Depok Dinas Kearsipan dan Perpustakaan bersama Dinas Pendidikan ini mengusung semangat “Membaca, Menulis, dan Menari untuk Merangkai Identitas Bangsa.”

Melalui lomba tari tradisional, panitia ingin menunjukkan bahwa kemampuan memahami dan mengekspresikan nilai budaya lokal juga merupakan bentuk literasi penting. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah dasar, sanggar seni, dan komunitas budaya di wilayah Depok dan sekitarnya.

Deretan Juara: Bukti Semangat dan Kreativitas Anak Negeri

Dari puluhan peserta yang tampil dengan kostum dan koreografi memukau, tiga penampilan berhasil mencuri perhatian dewan juri dan penonton:

  • Juara 1 (Kategori SD) : SD Negeri Curug 5 Cimanggis, Depok dengan Tarian Jaya Perbangsa — menggambarkan semangat kepahlawanan dan kebanggaan terhadap jati diri bangsa.
  • Juara Harapan 1 (Kategori SD) : SD Negeri Harjamukti 2 dengan Tarian Sancang Gugat — sarat pesan moral tentang perjuangan, keadilan, dan kesetiaan terhadap tanah air.
  • Juara 2 (Kategori SMP) : Tim Tari PRG ( Gabungan SMPN 3, 11, dan 12 Kota Depok ) dengan Tarian Gogige Gokil — memadukan gerak humoris, energik, dan penuh warna, mencerminkan kreativitas generasi muda yang berakar pada tradisi.
  • Juara Harapan 2 (Kategori SMP) : SMP Negeri 23 Depok dengan Tarian Nyi Bentang Ronggeng — tentang motivasi dan ketulusan seorang penari wanita dalam mencintai, memiliki, dan melestarikan seni budaya Indonesia di era milenial untuk meraih prestasi dan menjadi bintang. Judul ini merupakan gabungan dari "Nyi" (sebutan wanita), "Bentang" (bintang), dan "Ronggeng" (penari).

Sanggar Tari Pringgondani: Melestarikan Tradisi Lewat Generasi Muda

Sanggar Tari Pringgondani Depok bukan nama baru dalam dunia seni tradisional. Berdiri dengan misi melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara, sanggar ini konsisten melatih anak-anak dan remaja agar mencintai seni tari tradisional sejak dini.

Prestasi di Depok Literacy Fest 2025 bukanlah pencapaian pertama mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, Sanggar Pringgondani juga aktif mengikuti berbagai festival budaya tingkat kota dan provinsi. Dedikasi pelatih dan penari muda mereka berhasil menghidupkan kembali antusiasme masyarakat terhadap seni tari tradisi, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Menurut salah satu pembina sanggar, pencapaian ini bukan hanya tentang piala, tetapi tentang melestarikan nilai-nilai luhur di balik setiap gerak tari. “Anak-anak sekarang perlu tahu bahwa setiap tarian punya cerita dan filosofi. Melalui menari, mereka belajar tentang sejarah, karakter, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” ujarnya.

Makna Literasi Budaya dalam Gerak Tari

Menari bukan sekadar soal keindahan gerak, tetapi juga cara menyampaikan pesan dan pengetahuan. Dalam konteks literasi budaya, seni tari menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan sejarah, nilai moral, serta kearifan lokal kepada generasi muda.

Tarian seperti Jaya Perbangsa, Gogige Gokil, dan Sancang Gugat merupakan contoh nyata bagaimana ekspresi artistik dapat menjadi media edukatif yang menyenangkan. Setiap gerak, kostum, dan musiknya membawa simbol-simbol kehidupan masyarakat Indonesia yang kaya akan makna.

Dengan demikian, partisipasi sanggar dan sekolah dalam lomba tari tradisional ini tidak hanya memperkuat minat anak-anak pada seni, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sendiri — fondasi penting dalam membangun literasi yang utuh dan berkarakter.

Antusiasme Penonton dan Dukungan Pemerintah

Ajang lomba tari tradisional di Depok Literacy Fest 2025 ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Depok Open Space tempat acara berlangsung dipenuhi penonton dari berbagai kalangan — mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, hingga orang tua yang dengan bangga menyaksikan penampilan anak-anak mereka.

Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan serta Dinas Pendidikan memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat peserta dan para pembina seni. Dalam sambutannya, perwakilan panitia menyampaikan bahwa acara seperti ini akan terus dikembangkan sebagai agenda tahunan, agar semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam pelestarian budaya lokal.

Dampak Positif bagi Generasi Muda

Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan seni seperti lomba tari tradisional tidak hanya mengasah keterampilan estetika, tetapi juga melatih disiplin, kerja sama tim, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap warisan budaya.

Selain itu, melalui festival seperti Depok Literacy Fest, mereka belajar bahwa literasi tidak terbatas pada membaca buku, tetapi juga membaca makna di balik budaya, simbol, dan ekspresi seni.

Penutup: Tari, Literasi, dan Identitas Bangsa

Keberhasilan Sanggar Tari Pringgondani dan peserta lainnya di ajang Depok Literacy Fest 2025 adalah bukti bahwa seni tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, khususnya generasi muda.

Lewat gerak tari, mereka tak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga menulis cerita tentang siapa kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya.

Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi sekolah, sanggar, dan komunitas lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjaga api kebudayaan agar tetap menyala di tengah dunia modern yang terus berubah.

#SanggarTariPringgondani #DepokLiteracyFest2025 #TariTradisional #BudayaDepok #LiterasiBudaya #TariGogigeGokil #TariSancangGugat #JayaPerbangsa #PelestarianBudaya